Brinfona.com Bisa ular di produksi dan disimpan pada sepasang kelenjar di bawah mata. Bisa ular dikeluarkan dari lubang pada gigi-gigi taring yang terdapat pada rahang atas.

Gigi taring ular dapat tumbuh hingga 20 mm pada rattlesnake (ular derik) yang besar. dosisi pada setiap gigitan tergantung pada waktu yang berlalu sejak gigitan terakhir, derajat ancaman yang dirasakan ular, dan ukuran mangsa.

Lubang hidung ular merespon panas yang dirasakan mangsa, yang memungkinkan ular untuk mengubah-ubah jumlah bisa yang akan dikeluarkan

Semua metode injeksi venom ke dalam korban (envenomasi) adalah untuk mengimbolisasi secara tepat dan mulai mencernanya.

Sebagian besar bisa terdiri dari air, protein enzimatik pada bisa menginformasikan kekuatan destruknya.

Bisa ular terdiri dari bermacam polipeptida yaitu fosfolipase A, hialuronidase, ATP-ase, 5 nukleotidase, kolin esterase, protease, fosfomonoesterase, RNA-ase DNA-ase.

Mangsa gigitan ular jenis Elapidae, biasanya akan mengalami pendarahan kesan dari pada luka yang berlaku pada saluran darah dan pencairan darah merah yang mana darah sukar untuk membeku.

Pendarahan akan merebak serta merta dan biasanya akan berterusan selama beberapa hari. Pendarahan pada gusi, muntah darah, ludah atau batuk berdarah dan air kencing berdarah adalah kesan nyata bagi keracunan bisa ular jenis Elapidae.

Walaupun tragedi kemungkinan jarang, kehilangan darah banyak akan mengancam nyawa mangsa. Bila korban tidak mendapat anti venom maka korban akan terjadi kelemahan anggota tubuh dan paralisis pernafasan.

Biasanya full paralysis akan memakan waktu lebih kurang 12 jam, pada beberapa kasus biasanya menjadi lebih cepat, 3 jam setelah gigitan.

beberapa spesies ular dapat menyebabkan terjadinya koagulopathy. Tanda-tanda klinis yang dapat di temui adalah keluarnya darah terus menerus dari tempat gigitan. Venipunctur dari gusi, dan bila berkembang akan menimbulkan hematuria. heamatomisis, melena dan batuk darah.

tidak ada cara sederhana untuk mengidentifikasi ular berbisa. Bebebrapa spesies ular tidak berbisa dapat tampak menyerupai ular berbisa. Namun, beberapa ular berbisa dapat dikenali melalui ukuran, bentuk, warna, kebiasaan dan suara yang di keluarkan saat merasa terancam. beberapa ciri ular berbisa adalah bentuk kepala segitiga, ukuran gigi taring kecil, dan pada luka bekas gigitan terdapat bekas taring.

Ciri-ciri ular tidak berbisa:

  1. Bentuk kepala segi empat panjang.
  2. Gigi taring kecil.
  3. Bekas gigitan: luka halus berbentuk lengkungan.

Ciri-ciri ular berbisa:

  1. Bentuk kepala segitiga
  2. Dua gigi taring besar dirahang atas.
  3. Bekas gigitan: dua luka gigitan utama akibat gigi taring

Komplikasi Penderita Gigitan Ular Berbisa

  1. Tanda kelemahan, vertigo, nadi cepat, lemah dan tak teratur, pembengkakan, dan perubahan warna yang hebat pada daerah gigitan penting dan perlu di perhatikan untuk menduga adanya efek keracunan lebih lanjut.
  2. Kemungkinan relaps yang berbahaya timbul 3 hari setelah gigitan
  3. Efek keracunan yang timbul dapat sangata berbahaya sedapat mungkin penderita memperoleh perawatan intensif di rumah sakit

Pertolongan pertama dan pengobatan lanjutan:

Pertolongan pertama, harus dilaksanakan secepatnya setelah terjadi gigitan ular sebelum koraban di bawa kerumah sakit. yaitu dengan cara menghambat penyerapan bisa, mempertahankan hidup korban dan menghindari komplikasi sebleum mendapatkan perawatan medis di rumah sakit serta mengawasi gejala dini yang membahayakan. Kemudian segera bawa korban ke tempat perawatan medis

Metode pertolongan yang dilakukan adalah menenangkan korban yang cemas jangan terlalu banyak bergerak, bagian tubuh yang di gigit sebaiknya di ikat agar tidak terjadi kontraksi otot karena pergerakan otot dapat meningkatkan penyerapan bisa ke dalam aliran darah dan getah bening.

Pengobatan gigitan ular;

langkah pertama penanganannya adalah dengan mengikat dengan keras untuk menghabat aliran darah semakin luas karena di khawatirkan aliran darah terdapat bisa yang nanti menjadi semakin menyebar bisanya.

langkah ke dua bisa dengan cara menghisap gigitan bekas ular dan membuang darahnya. Pemmemberi antihistamin dan kortikosteroid karena tidak terbukti manfaatnya.

terapi pengobatan yang disarankan;

  1. Bersihkan bagian terluka dengan air steril atau dengan cairan faal
  2. Di anjurkan untuk menggunakan perban katun elastis yang di balutkan kuat sekeliling bagian tubuh yang tergigit mulai dari ujung kaki sampai dengan bekas gigitan, bungkus rapat seperti memperban kaki terkilir tapi jangan terlalu kencang agar aliran darah tidak terganggu.
  3. beikan suntikan antitetanus.
  4. pemberian serum antibisa.