SINGA ITU BERNAMA KASMAN yang tegas dan keras

Sesuai namanya , Kasman Singodimedjo memang bak seekor singa: tegas dan keras kepala selama yakin dalam jalur kebenaran.
Banyak pemimpin pergerakan memiliki sikap tegas . Namun jika sikap itu dikaitkan dengan nama, mungkin baru Kasman Singodimedjo saja yang memilikinya. Singodimedjo sendiri berarti “singa di meja” .

Ada begitu banyak anekdot tentang Kasman yang membuktikan betapa sikap berani memang melekat pada dirinya. Dalam biografinya. Hidup Itu Berjuang, ada sejumlah kawan yang mengisahkan pengalamannya menyaksikan langsung singa dalam diri Kasman terbangun.. Umumnya terjadi karena keadaan memaksa Kasman bertindak keras.

Suatu waktu, Kasman bertandang ke Ternate. Seusai menyampaikan pidato, ia sesegera mungkin harus menyeberangi laut menuju Bitung ( Sulawesi Utara) . Ada acara penting yang mesti dihadiri. Namun begitu sampai di pinggir Laut, cuaca mulai berubah, ombakpun semakin tinggi. Dari pengalaman para nelayan di sana, sangat tidak mungkin untuk melaut saat kondisi demikian. Tak ada seorangpun yang dapat memastikan kapan ia dapat memulai perjalanan lautnya itu.

Waktu yang terus berjalan semakin menyekik Kasman. Ia mulai gelisah. Di saat itu juga, kesingaan dalam diri Kasman keluar. Janji kepada warga Bitung membuat ia terpaksa menjadi orang yang berani. (Dibaca: keras kepala). Kasman mulai berteriak: “Apakah ada nakhoda Muslim yang percaya bahwa hidup dan mati itu di tangan Allah. Siapa yang bersedia mengantarkan saya dalam keadaan ini ke Bitung?,” Teriakan Kasman itu cukup mengagetkan orang-orang disana. Namun disaat yang bersamaan mengundang sekitarnya untuk ikut menjadi pemberani. Beberapa orang saat itu mengangkat tangan. Mereka bersedia menerjang ombak mengantarkan si pemberani menuju tempat tujuannya. Malem itu Kasman berhasil mendarat dengan selamat di Bitung.

Kisah lain dari Kasman Singodimedjo yang tidak kalah menarik terjadi saat ia ditangkap atas tuduhan merencanakan pembunuhan atas Presiden Soekarno.

Tahun 1963, Kasman bersama-sama dengan Hamka, Ghazali Sahlan, Dalari Umar, Letkol Nasuhi, dan lainnya ditahan di Kompleks Sekolah Kepolisian, Sukabumi.

Dalam sebuah pemeriksaan, Kasman didesak untuk mengakui segala tuduhan yang dilayangkan kepada nya. Termasuk tuduhan mengadakan rapat rahasia di Tangerang dalam upaya membunuh Presiden itu. Bahkan demi mendapatkan pengakuan Kasman, para anggota pemeriksa memaksa Nasuhi memberikan keterangan palsu.

“Tidakkah Letkol pada malam itu menjemput Kasman dan membawanya ke Tanggerang?”, Desak salah seorang pemeriksa. Nasuhi hanya tertunduk diam . Si pemeriksa lalu kembali melayangkan pertanyaan. Kali ini dengan sedikit ancaman, “Awas! Letkol diproses verbal (lisan) telah mengakui nya.” Nasuhi tetap tidak memberikan jawaban. Melihat itu, meski masih diliputi suasana tegang, Kasman mencoba berbicara. Ketua pemeriksa pun memberi izin. “Bismillahirrahmanirrahim, Nasuhi, dengan Allah sebagai saksi, jawablah pernyataan tadi itu!,” Kata Kasman. Bak patung, Nasuhi tetap diam seribu bahasa. Kasman lalu kembali meminta Nasuhi mengungkapkan kebenaran.

“Nasuhi, kamu kan percaya dan takut kepada Allah Akbar. Jawablah secara jantan! Kamu kan laki-laki . Jawablah Allah sebagai saksi,”. Nasuhi akhirnya buka suara, namun pelan sekali. “Yang keras suaramu! Supaya kedengaran!”, tegas Kasman.
“Saya terpaksa,” jawab Nasuhi lirih .
“Apa yang terpaksa,” timpal Kasman.
“Saya terpaksa menandatangani proses verbaal . Sebenarnya tidak begitu,” Nasuhi menjelaskan. “Nah, tuan-tuan peneriksa. Itulah keadaan yang sesungguhnya. Isi proses verbaal itu dan pengakuan Nasuhi itu tidak betul,” pungkas Kasman.

Dengan jawaban Nasuhi itu. Kasman sebenarnya telah unggul dalam perdebatan tersebut. Namun seakan tidak mau kalah , para pemeriksa menyebut kesaksian dari Nasuhi itu tidak membuktikan kebenaran apapun. Terlebih pernyataan dari orang-orang selain Nasuhi dalam proses verbaal telah membenarkan kejadian yang melibatkan Kasman.

Kasman yang tersudut keberatan dengan pernyataan para pemeriksa. Ia sangat yakin jika mereka melakukan paksaan hingga siksaan kepada para tertuduh agar berbicara lain saat proses verbaal “Maaf saya dapat kesan bahwa oleh tuan pemeriksa, telah dikerjakan penggiringan, paksaan-paksaan , siksaan-siksaan, dan lain-lain sebagainya, sehingga para tertuduh yang bersangkutan itu terpaksa mengaku demi keselamatan jiwa mereka. Saya sebagai bekas Jaksa Agung, sebagai bekas Kepala Kehakiman Militer, dan sebagai bekas Menteri Muda Kehakiman persis mengetahui batas-batas dari wewenang pemeriksaan perkara. Semua itu tidak sah ,” ucap Kasman.

Setelah mengucapkan semua uneg-uneg nya Kasman lantas berdiri. Ia dorong jauh-jauh kursinya ke belakang dan dengan kepalan tangan diatas, sambil melotot ia berteriak sekencang-kencangnya: “percuma pemeriksaan seperti ini. Percuma! Sekarang begini saja. Silahkan tuan-tuan cabut pistolnya dan tembakau saya, tembak! Tembak! Tembaaakk!”

Semua orang terkejut. Ketua pemeriksa lalu meminta proses pemeriksaan hari itu disudahi. Ia mempersilakan Kasman untuk beristirahat. Tanpa menoleh ia langsung keluar dan masuk ke kamarnya. Orang-orang didalam ruangan hanya bisa terduduk diam.

Bagi Mohammad Roem, kawan yang dikenal Kasman sejak 1924 di STOVIA, sosok singa tidak hanya ada dalam diri Kasman, tapi ada di manapun dirinya berada. Dia meyakini jika hati singanya keluar pada saat diperlukan “Saya rasa anggota-anggota tim pemeriksa tangannya sudah gatal untuk menganiaya bapak Kasman. Akan tetapi momentumnya adalah pak Kasman yang mempergunakan,” kata Roem

Runtuhnya Kota Baghdad di Kekhilafahan Abbasiyah

Pengepungan Baghdad, yang terjadi pada 1258, adalah sebuah invasi, pengepungan, dan penghancuran kota Baghdad, ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah ketika itu dan ibu kota Irak modern, oleh pasukan Ilkhanate Mongol bersama pasukan sekutu-sekutu mereka di bawah pimpinan Hulagu Khan.

Kekuatan Mongol bersama Aliansinya Berjumlah : 150.000 Pasukan Infantri , kavaleri , dan juga juru bom

Sedangkan Kekhalifahan Abbasiyah hanya berjumlah : 50.000 Pasukan

Setelah invasi dan penghancuran ini, kota Baghdad berada dalam keadaan hancur total. Perkiraan jumlah penduduk yang dibantai selama invasi bervariasi menurut beberapa pendapat dari seratus ribu sampai satu juta orang. Kota itu dihancurkan dan dibakar. Bahkan perpustakaan-perpustakaan di Baghdad, termasuk Bait al-Hikmah, tidak luput dari serangan pasukan Ilkhanate, yang menghancurkan perpustakaan-perpustakaan dan membuang buku-bukunya yang berharga ke sungai Tigris

Cat : Sebelum invasi dilakukan , Hulagu Khan telah menawarkan kepada Kekhilafan Abbasiyah untuk tunduk kepada Mongol dengan memberikan upeti , dengan imbalan kota Baghdad tidak akan diserang , dan bila mana tidak menyepakati hal tersebut , kota Baghdad akan diratakan sampai ke tanah dengan seluruh penduduknya , namun nyatanya Kekhilafahan Abbasiyah menolak dan melawan

DAFTRA NEGARA PECAHAN UNI SOVIET

1. Armenia
Hari Kemerdekaan : 21 September 1991
Ibukota : Yerevan
Luas Wilayah : 29.743 km2
Jumlah Penduduk : 3.056.382 jiwa

2. Azerbaijan
Hari Kemerdekaan : 30 Agustus 1991
Ibukota : Baku
Luas Wilayah : 86.600 km2
Jumlah Penduduk : 9.780.780 jiwa

3. Belarus
Hari Kemerdekaan : 25 Agustus 1991
Ibukota : Minsk
Luas Wilayah : 207.600 km2
Jumlah Penduduk : 9.589.689 jiwa

4. Estonia
Hari Kemerdekaan : 20 Agustus 1991
Ibukota : Tallinn
Luas Wilayah : 45.228 km2
Jumlah Penduduk : 1.265.420 jiwa

5. Georgia
Hari Kemerdekaan : 9 April 1991
Ibukota : Tbilisi
Luas Wilayah : 69.700 km2
Jumlah Penduduk : 4.931.226 jiwa

6. Kazakhstan
Hari Kemerdekaan : 16 Desember 1991
Ibukota : Astana
Luas Wilayah : 2.724.900 km2
Jumlah Penduduk : 18.157.122 jiwa

7. Kirgizstan
Hari Kemerdekaan : 31 Agustus 1991
Ibukota : Bishkek
Luas Wilayah : 199.951 km2
Jumlah Penduduk : 5.664.939 jiwa

8. Latvia
Hari Kemerdekaan : 5 September 1991
Ibukota : Riga
Luas Wilayah : 64.589 km2
Jumlah Penduduk : 1.986.705 jiwa

9. Lituania
Hari Kemerdekaan : 6 September 1991
Ibukota : Vilnius
Luas Wilayah : 65.300 km2
Jumlah Penduduk : 2.884.433 jiwa

10. Moldova
Hari Kemerdekaan : 27 Agustus 1991
Ibukota : Chisinau
Luas Wilayah : 33.851 km2
Jumlah Penduduk : 3.546.847 jiwa

11. Rusia
Hari Kemerdekaan : 26 Desember 1991
Ibukota : Moskwa
Luas Wilayah : 17.098.242 km2
Jumlah Penduduk : 142.423.773 jiwa

12. Tajikistan
Hari Kemerdekaan : 9 September 1991
Ibukota : Dushanbe
Luas Wilayah : 144.100 km2
Jumlah Penduduk : 8.191.958 jiwa

13. Turkmenistan
Hari Kemerdekaan : 27 Oktober 1991
Ibukota : Ashgabat
Luas Wilayah : 488.100 km2
Jumlah Penduduk : 5.231.422 jiwa

14. Ukraina
Hari Kemerdekaan : 24 Agustus 1991
Ibukota : Kiev
Luas Wilayah : 603.550 km2
Jumlah Penduduk : 44.429.471 jiwa

15. Uzbekistan
Hari Kemerdekaan : 1 September 1991
Ibukota : Tashkent
Luas Wilayah : 447.400 km2
Jumlah Penduduk : 29.199.942 jiwa

Data penduduk thn 2015

PRESIDEN INDONESIA YANG TERLUPAKAN

PRESIDEN INDONESIA YANG TERLUPAKAN

BRINFONA.COM Sejak merdeka pada 17 Agustus 1945 , Indonesia hanya mengenal 7 presiden yakni Soekarno , Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati , SBY dan Jokowi. Namun rupanya adapula seorang presiden yang kita lupakan dan jarang kita kenal. Ia adalah Mr Syafruddin Prawiranegara.

Bermula dari siaran radio Antara di Jakarta yang menyebutkan bahwa Wakil Tinggi Mahkota Belanda, Dr Beel akan menyampaikan pidato yang penting. Disaat yang bersamaan, Jenderal Spoor , seorang panglima Belanda kemudian mengarahkan pasukan Belanda yang berada di Jawa dan Sumatera untuk segera menggempur kekuatan Republik Indonesia secara besar-besaran dengan menduduki ibukota RI saat itu di Yogyakarta.

Pada tanggal 19 Desember 1948, pada pukul 6 pagi, Belanda meluncurkan Operasi Kraai atau orang Indonesia lebih mengenalnya sebagai Agresi Militer Belanda II . Serangan itu dilakukan secara mendadak sehingga mengejutkan pihak Indonesia dan Belanda langsung menguasai beberapa tempat strategis di kota itu, termasuk Lapangan Terbang Maguwo.

Tak lama, tersiarlah pidato Dr Beel yang menyatakan bahwa kerajaan Belanda sudah tidak terikat lagi dengan perjanjian Renville yang dilakukan pada Januari 1948. Meski tindakan itu melanggar, Belanda tidak peduli dan terus menduduki wilayah-wilayah RI yang tersisa.

Pemerintah RI kemudian mendapat tawaran dari PM India Jawaharlal Nehru agar presiden Soekarno dan pejabat negara lainnya segera mengungsi ke negaranya. Tapi Soekarno menolak, walau ia tahu bahwa ia bakal ditangkap. Alasannya adalah jika Belanda benar akan menangkap dirinya, itu akan memberi keuntungan diplomatik. Secara tersirat, Belanda dianggap tidak menghormati PBB sebab PBB lah yang menyelenggarakan perjanjian Renville.

Perkiraan Soekarno benar , ia kemudian ditangkap Belanda bersama beberapa pejabat negara lainnya termasuk wapres Moh Hatta. Belanda secara sepihak menyatakan bahwa Republik Indonesia sudah tidak ada.
Namun sebelum ditangkap, Soekarno sudah mengirim telegram kepada Menteri Perdagangan saat itu, Mr Syafruddin Prawiranegara untuk yang isinya adalah agar membentuk pemerintahan darurat agar tidak terjadi kekosongan kekuasaan.

Tiga hari kemudian, tepatnya 22 Desember 1948, dibentuklah Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat dengan Mr. Syafruddin sebagai presidennya.

Pemerintah inilah yang melanjutkan kedaulatan RI. PDRI terus melakukan aksi-aksi diplomatik dan akhirnya berhasil membujuk PBB dan membantu agar Belanda mau ikut dalam perundingan, dimana nantinya kedua negara kembali dipertemukan dalam perjanjian Roem-Royen yang menjadi jalan menuju Kompetensi Meja Bundar.

Pemerintah Darurat Republik Indonesia kemudian menyerahkan kembali mandatnya kepada pemerintah RI pada 14 Juli 1949. Juga Mr Syafruddin Prawiranegara yang kembali menyerahkan mandat presidennya kepada Ir Soekarno. Dengan begitu, PDRI bubar.

Sepak terjang PDRI dan Mr Syafruddin Prawiranegara sebagai presiden Indonesia seringkali dilupakan begitu saja, padahal memiliki peran yang sangat luar biasa dalam perjalanan sejarah bangsa ini

Mungkin salah satu alasan Mr Syafruddin Prawiranegara dilupakan adalah karena keterlibatannya dalam pemberontakan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia) di Sumatera pada 1958. Meski demikian , sejarah tidak boleh dihilangkan maupun ditambahkan dengan alasan apapun. Karena sejarah adalah sejarah dan politik adalah politik

IBNU SINA

IBNU SINA

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai “Avicenna” di dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter kelahiran Persia (sekarang Iran). Ia juga seorang penulis yang produktif yang sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan kedokteran. Bagi banyak orang, dia adalah “Bapak Kedokteran Modern”. Karyanya yang sangat terkenal adalah al-Qānūn fī aṭ-Ṭibb yang merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

INGGIT DI MATA BUNG KARNO

inggit di mata bung karno

BRINFONA.COM Inggit dan aku kawin di tahun1923. Keluargaku tidak pernah menyuarakan satu perkataan mencela ketika aku pindah dari istriku yang masih gadis kepada istri lain yang selusin lebih tua daripadaku.

Inggit yang bermata besar dan memakai gelang di tangan itu tidak mempunyai masa lampau yang gemilang. Dia sama sekali tidak terpelajar, akan tetapi intelektualisme bagiku tidaklah penting dalam diri seorang perempuan. Yang kuhargai adalah kemanusiaannya. Perempuan ini sangat mencintaiku. Dia tidak memberikan pendapat-pendapat. Dia hanya memandang dan menungguku, dia mendorong dan memuja. Dia memberikan kepadaku segala sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh ibuku. Dia memberiku kecintaan, kehangatan, tidak mementingkan diri sendiri. Ia memberikan segala apa yang kuperlukan yang tidak dapat kuperoleh semenjak aku meninggalkan rumah ibu.

Psikiater akan mengatakan bahwa ini adalah pencarian kembali kasih sayang ibu. Mungkin juga, siapa tahu. Jika aku mengawininya karena alasan ini, maka ia terjadi secara tidak sadar. Dia waktu itu dan sekarang pun masih seorang perempuan yang budiman. Pendeknya, kalau dipikirkan secara sadar, maka perasaan-perasaan yang dibangkitkannya padaku tidak lain seperti pada seorang kanak-kanak.

Inggit dalam masa selanjutnya dari hidupku ini sangat baik padaku. Dia adalah ilhamku. Dialah pendorongku. Dan aku segera memerlukan semua ini.

Aku sekarang sudah menjadi mahasiswa di tingkat kedua. Aku sudah kawin dengan seorang perempuan yang sangat kuharapkan dengan perasaan berahi. Aku sekarang sudah melalui umur 21 tahun. Masa jejakaku sudah berada di belakangku. Tugas hidupku merentang di depanku. Pikiran embrio yang dipupuk oleh Pak Cokro (Cokroaminoto), dan mulai menemukan bentuk di Surabaya tiba-tiba pecah menjadi kepompong di Bandung dan dari keadaan chrysalis berkembanglah seorang pejuang politik yang sudah matang. Dengan Inggit berada di sampingku aku melangkah maju memenuhi amanat menuju cita-cita.

Sumber: Bung Karno
Penyambung Lidah Rakyat Indonesia. Cindy Adams.
Foto: Inggit Garnarsih di masa tuanya.