Bung Karno bersama Ibu Fat dalam sebuah acara pesta

Brinfona.com Kita semua tahu bahwa Bung Karno sangat gandrung dengan seorang wanita, bahkan dalam kondisi sakitpun beliau masih saja memikirkan tentang wanita.

Di tahun 1961 aku sakit keras. Di Wina para ahli mengeluarkan batu dari ginjalku. Waktu itu adalah saat memuncaknya perjuangan kami merebut kembali Irian Barat, dan dalam kalangan lawan-lawan kami timbul kegembiraan. Tidak guna lagi mengutuk Sukarno dan meminta-minta supaya dia mati, karena Sukarno sekarang sedang menuju kematiannya. Karena itu para dokter melakukan perawatan yang lebih teliti terhadap diriku. Mereka membujuk hatiku:
“Jangan kuatir, Presiden Sukarno, kami akan memberikan perawat-perawat yang berpengalaman untuk menjaga Tuan”.

Heehhhh!!!!
Ketika hal itu disampaikan padaku, keadaanku menjadi lebih payah daripada sewaktu aku mula-mula masuk. Aku tahu apa yang akan aku hadapi. Aku tidak berkata apa-apa, karena aku tidak mau menentang dokter. Pendeknya di hari berikut ia melakukan pembedahan dan aku ingin agar hatinya senang terhadapku selama ia menjalankan pembedahan itu. Akan tetapi sementara itu aku berfikir dalam hatiku sendiri.
“Aku akan lebih cepat sembuh dengan gadis-gadis perawat yang tidak berpengalaman, karena yang sudah punya pengalaman 40 tahun, tentu setidak-tidaknya sekarang sudah berumur 55”.

Sumber:
Bung Karno
Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Cindy Adams.
Foto:
Bung Karno bersama Ibu Fat dalam sebuah acara pesta.