ARDENNES COUNTEROFFENSIVE, Pertempuran Paling Berdarah Bagi U.S

brinfona.com ARDENNES COUNTEROFFENSIVE Dianggap pertempuran paling berdarah bagi U.S. Army selama Perang Dunia II. Menurut data U.S. Department of Defense menyebutkan ada 19.000. pasukan tewas , 47.500. terluka, dan 23.000. lainnya hilang. Namun menurut data U.S. Army ada 19.246. korban tewas, 62.489. luka-luka, dan 26.612. tertangkap atau hilang. Di pihak Inggris , hanya 1.400. pasukan tewas dan 200 lainnya luka-luka, lalu 733 unit kendaraan lapis baja Amerika Serikat hancur dalam pertempuran itu. Dan uniknya Ardennes Counteroffensive dianggap sebagai biang kerok telatnya Amerika Serikat mencaplok Berlin lebih dahulu daripada Uni Soviet.


German High Command melaporkan bahwa pasukannya kehilangan pasukan sebesar 12.652. tewas, 38.600. luka-luka dan 30.582. hilang. Namun di pihak Allied (sekutu) memperkirakan bahwa Jerman kehilangan 102.000. pasukan dan beberapa penulis buku menyebutkan bahwa Jerman 125.000. pasukan di pertempuran itu. Jerman harus kehilangan 24 unit tank Tiger I-II , 194 tank panther , 158 panzer IV dan 554 kendaraan lapis baja lainnya. Yang paling parah adalah armada cadangan terakhir Luftwaffe harus hancur lebur dan seluruh pasukan Jerman di bagian barat harus mundur ke Siegfried Line (perbatasan Jerman-Perancis) .

Kerugian lainnya bagi Jerman, Uni Soviet mempercepat Vistula-Oder Offensive menjadi tanggal 12 Januari yang awalnya akan dilakukan pada 29 Januari 1945, hal ini terjadi karena pada tanggal 6 Januari PM Inggris Winston Churchill menghubungi Joseph Stalin untuk meminta Soviet ikut menekan Jerman dari dua arah . Mendengar ini Joseph Stalin menyetujui dan mempercepat Vistula-Oder Offensive untuk mencaplok Polandia dari Jerman.